BBGTK Jabar Gelar Apel Pagi Belajar Bareng Awal Tahun 2026
5 January 2026
Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat (BBGTK Jabar) melaksanakan apel pagi di Auditorium Rempug Jukung pada Senin (05/01). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai BBGTK Jabar dan dilaksanakan dalam tiga sesi, dengan menghadirkan dua pembina utama, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBGTK Jabar, Yuli Rianawati, S.T., serta Kepala Bagian Umum BBGTK Jabar, Rohimat, S.T., M.A.
Pada sesi pertama, PPK BBGTK Jabar menyampaikan capaian penyerapan anggaran tahun 2025 sebesar 98,47 persen. Selain itu, disampaikan pula gambaran awal anggaran BBGTK Jabar tahun 2026 yang berada pada angka Rp 87 miliar. Dalam apel pagi belajar bareng tersebut, PPK BBGTK Jabar juga berbagi pengalaman hasil observasi pendidikan di China, khususnya terkait proses pembelajaran dan kebiasaan baik yang diterapkan dalam membangun karakter peserta didik sejak dini.
Pembahasan tersebut kemudian berkaitan dengan isu kesehatan mental serta maraknya kasus kekerasan seksual yang belakangan menjadi perhatian publik. PPK BBGTK Jabar menekankan pentingnya peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat secara psikologis, termasuk optimalisasi peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai garda terdepan dalam pendampingan peserta didik.

“Pembelajaran yang berorientasi pada karakter dan kesehatan mental peserta didik perlu diperkuat. Guru BK memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini permasalahan siswa, membangun komunikasi yang sehat, serta menciptakan ruang aman di satuan pendidikan. Terkadang guru BK di sekolah-sekolah belum dapat menyampaikan materi terkait kesehatan mental, kesehatan reproduksi, dan pembentukan karakter. Hal ini menjadi salah satu PR kita” ujar Yuli Rianawati.
Memasuki sesi kedua, Kepala Bagian Umum BBGTK Jabar memaparkan terkait budaya kerja di lingkungan BBGTK Jabar. Dalam paparannya, Rohimat menegaskan pentingnya tanggung jawab, kolaborasi, serta pemahaman peran dan fungsi pada masing-masing tim kerja guna mendukung pelaksanaan tugas dan program lembaga secara optimal. “Budaya kerja yang kuat akan terbentuk dari kesadaran setiap individu terhadap perannya. Dalam waktu dekat, BBGTK Jabar juga akan melaksanakan konsolidasi internal untuk menyamakan persepsi terkait arah kebijakan dan program yang akan dijalankan pada tahun 2026,” jelas Rohimat.
Sesi terakhir diisi oleh Perwakilan Tim Kepegawaian, Witri Wahtursiwi, S.H., yang menyosialisasikan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), rencana kerja, serta target kinerja yang harus dicapai oleh PNS dan PPPK di lingkungan BBGTK Jabar pada tahun 2026. Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh pegawai memahami indikator kinerja dan perencanaan kerja secara terarah dan terukur.
Artikel Lainnya
Peluang dan Dampak Nyata Program Beasiswa Non-Gelar Micro Credential Melalui Dana LPDP Ditjen GTK
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) kembali menyelenggarakan webinar SAPA GTK yang saat ini memasuki episode 19,
Harmoni dan Sinergi, Keluarga Besar BBGTK Jabar Gelar Silaturahmi Bersama Pimpinan
Bandung (01/10) – Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat menggelar kegiatan Silaturahmi Kepala dan Kepala Bagian Umum
Pengukuhan Instruktur Nasional Pendidik Anak dengan Hambatan Majemuk
Legian (26/6) Sebelas Instruktur Nasional (IN) Pendidik Anak dengan Hambatan Majemuk (AdHM) dikukuhkan oleh Plt. Kepala Balai Besar Guru Penggerak