Melalui Kareta Sobat, penyelenggara menghadirkan ruang belajar bersama yang mempertemukan guru, siswa, dan masyarakat dalam suasana yang kreatif dan menyenangkan. Berbagai layanan disediakan sebagai bentuk komitmen menghadirkan pendidikan yang setara, adaptif, dan berkeadilan, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Pada layanan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kareta Sobat menghadirkan Semiloka Pembelajaran Mendalam, Lokakarya Koding dan Kecerdasan Artifisial, serta Workshop Melukis Kolaboratif bersama seniman R.E. Hartanto. Kegiatan ini dirancang untuk memperkaya kompetensi guru, baik dalam aspek pedagogi, teknologi, maupun ekspresi seni sebagai media pembelajaran.
Sementara itu, layanan bagi peserta didik dikemas sesuai dengan jenjang dan kebutuhan belajar. Siswa PAUD mengikuti kegiatan melukis payung, siswa SD kelas bawah dan SDLB melukis tas kanvas, serta siswa SD kelas atas dan SDLB mengikuti nonton bareng film pendidikan. Untuk jenjang SMP dan SMPLB B diselenggarakan kegiatan Sains Nyentrik, sedangkan siswa SMA dan SMALB A mengikuti Talk Show pendidikan bersama narasumber Dr Yakobus Tri Bagio. Seluruh rangkaian kegiatan siswa dilengkapi dengan angklung interaktif yang diikuti bersama oleh seluruh peserta.
Kareta Sobat juga membuka layanan bagi masyarakat umum melalui kegiatan nonton bareng film pendidikan, sebagai upaya membangun kesadaran bersama akan pentingnya pendidikan inklusif dan ramah disabilitas. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah satu peserta, Siti Fatimah, mengungkapkan kesannya terhadap Kareta Sobat yang menurutnya sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini.

“Kegiatannya menarik sekali karena ada beragam kelas yang bisa diikuti oleh kami para guru. Mulai dari pembelajaran mendalam, koding dan AI, sampai seni. Semuanya membuka wawasan baru dan bisa langsung diterapkan dalam pembelajaran di kelas, termasuk untuk mendampingi siswa dengan kebutuhan yang beragam,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh peserta lainnya, Nia Kurniawati, yang menilai Kareta Sobat memberikan dampak positif tidak hanya bagi peserta, tetapi juga lingkungan sekolah. “Tentu apa yang saya peroleh hari ini akan saya sampaikan ke rekan-rekan saya di sekolah. Kegiatan ini memberikan banyak inspirasi, terutama tentang bagaimana menghadirkan pembelajaran yang inklusif, kreatif, dan menyenangkan bagi semua siswa,” tuturnya.
Melalui Kareta Sobat, diharapkan terbangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berpihak pada keberagaman. Momentum Bulan Disabilitas Internasional ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah hak semua, dan ruang belajar harus mampu merangkul setiap individu tanpa terkecuali.