Merawat Martabat Guru, Talkshow Pendidikan Nasional Dorong Ekosistem Pendidikan yang Berkeadilan
13 December 2025
Bogor (13/12) – Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Banten menyelenggarakan Talkshow Pendidikan Nasional bertema “Wajah Pendidikan Indonesia: Merawat Martabat Guru, Menguatkan Ekosistem Pendidikan yang Berkeadilan”. Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belcourt Bogor ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai unsur pendidikan dan menjadi ruang dialog lintas pemangku kepentingan dalam merespons meningkatnya persoalan martabat guru, perlindungan anak, serta keadilan ekosistem pendidikan.
Talkshow ini menghadirkan 13 narasumber dari unsur pemerintah pusat dan daerah, organisasi profesi, aparat penegak hukum, psikolog, praktisi pendidikan, hingga peserta didik. Diskusi dipandu oleh moderator Shahnaz Haque dan berlangsung dinamis dengan mengangkat berbagai perspektif kebijakan, praktik lapangan, hingga suara siswa sebagai subjek utama pendidikan.
Dalam sambutan penyelenggara, Kepala BGTK Provinsi Banten, Dr. Yudi Herman, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa talkshow ini diselenggarakan sebagai respons atas maraknya kasus kekerasan dan konflik di satuan pendidikan. Menurutnya, diperlukan dialog menyeluruh dan kolaboratif untuk merawat martabat guru sekaligus menjamin kesejahteraan serta perlindungan peserta didik. “Talkshow dan rangkaian seminar ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah pendidikan dengan kolaborasi dua institusi, BBGTK Jawa Barat dan BGTK Banten, dalam satu kegiatan bersama,” ujarnya.
Keynote speech disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia menyampaikan bahwa tema besar Kemendikdasmen adalah Pendidikan Bermutu untuk Semua. “Pendidikan bermutu harus bisa dinikmati oleh semua anak. Sekolah unggul tidak perlu diturunkan mutunya, tetapi sekolah yang belum unggul harus ditingkatkan kualitasnya,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kunci pendidikan bermutu terletak pada guru yang kompeten dan sejahtera, baik secara material maupun psikologis. “Kurikulum tidak akan berdampak apa pun jika gurunya tidak bertransformasi. Karena itu, saat ini pendekatan pembelajaran diarahkan pada pembelajaran yang mendalam, adaptif, dan bermakna,” jelas Arif Jamali.
Pada sesi panel, berbagai narasumber menyoroti tantangan guru di era digital dan perubahan perilaku peserta didik. Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media, Ma’ruf, S.Kom., menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru untuk memulihkan citra profesi. “Merawat martabat guru hanya bisa dilakukan dengan dua kunci utama, yakni peningkatan kualitas dan peningkatan kesejahteraan,” ungkapnya.
Dari perspektif psikologi, Ketua Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia, Dr. Wiwin Hendriani, M.Si., menegaskan bahwa persoalan perilaku anak tidak muncul secara tiba-tiba. “Tidak ada karakter yang terbentuk tanpa proses. Karena itu, solusi paling ideal adalah membangun gerak bersama antara sekolah dan keluarga secara reflektif dan adaptif,” ujarnya.
Ketua KPAI RI, Margaret Aliyatul, M.Si., menambahkan bahwa perlindungan anak harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap guru. Ia menegaskan bahwa upaya penegakan disiplin tidak boleh bermuatan kekerasan, namun guru juga tidak boleh dikriminalisasi saat menjalankan fungsi pedagogis secara profesional. “Semua lingkungan harus menjadi ruang yang ramah anak sekaligus adil bagi guru,” katanya.
Dari sisi penegakan hukum, Kompol M. Dewi Candra, M.H., menekankan bahwa penyelesaian kasus di dunia pendidikan harus mengedepankan restorative justice. “Sesuai arahan pimpinan, kasus yang melibatkan guru diupayakan tidak langsung ke jalur hukum. Penting bagi sekolah memiliki tata tertib dan kesepakatan yang jelas dengan orang tua,” jelasnya.
Pandangan lapangan disampaikan oleh para kepala sekolah dan perwakilan pemerintah daerah yang menekankan pentingnya keteladanan, kepedulian, dan komunikasi terbuka antara guru, siswa, dan orang tua. Sementara itu, suara peserta didik yang hadir dalam forum ini menegaskan bahwa guru yang menjadi teladan, empatik, dan percaya pada potensi siswa memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter dan penghormatan siswa terhadap profesi guru.

Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, talkshow ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan perlindungan guru melalui regulasi dan implementasi nyata, peningkatan kesejahteraan guru secara holistik, penataan ulang relasi disiplin dan perlindungan anak, serta penguatan ekosistem pendidikan berbasis kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Talkshow Pendidikan Nasional ini diharapkan menjadi titik awal penguatan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menempatkan guru sebagai pusat mutu pendidikan. Dengan martabat guru yang terawat, ekosistem pendidikan yang berkeadilan diyakini dapat terwujud secara berkelanjutan.
Artikel Lainnya
Pengumuman Hasil Seleksi Subtansi Jambore GTK Hebat 2024
BBGP Jawa Barat telah merilis hasil seleksi substansi Jambore GTK Hebat 2024. Selamat kepada Para guru dan tenaga kependidikan yang
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kunjungi Sekolah di IKN
Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 686/sipres/A6/XI/2023 Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kunjungi Sekolah di IKN Ibu
BBGTK Jabar Selenggarakan ToT Calon Fasilitator Pelatihan PKB Kesehatan Reproduksi bagi Guru SMP
Bandung (21/11) – Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Calon Fasilitator